Kepentingan umum lebih penting daripada peraturan

Kendaraan umum, terutama angkutan kota kelas menengah ke-bawah memang selalu menggunakan jalan raya seakan-akan jalan tersebut milik bokap-nya sendiri. Serobot sana, serobot sini, berhenti di sembarang tempat tanpa memperhatikan kondisi dan rambu lalu lintas adalah kegemarannya.

Seperti pada gambar di bawah ini yang dijepret dodoler asal Surabaya, angkot tersebut berhenti tepat dibawah tanda S dicoret tanpa menunjukan tampang berdosa.

angkot berhenti di S coret

Apakah sopir angkot memang memiliki SIM VVIP yang bisa digunakan untuk melanggar semua rambu dan aturan?

Kapan jalan raya kita terbebas dari kedodolan seperti ini..